The Edge Chronicles

Menjorok jauh ke arah kehampaan, seperti pahatan patung di kapal batu besar, itulah Edge.

Di tempat itu terdapat sungai yang lebar dan meluap, bergemuruh ketika jatuh ke kehampaan yang berkabut dan bergejolak. Sulit dipercaya kalau sumber air Sungai Edgewater sangatlah kecil dan terletak jauh di pedalaman Deepwoods yang gelap dan garang.

Hutan Deepwoods adalah wilayah yang gelap, misterius dan sangat berbahaya. Woodtroll, gyle goblin, termagant trog: tidak terbilang banyaknya suku dan kelompok aneh tinggal di tempat itu.

Kehidupan di sini keras dan penuh bahaya – makhluk menyeramkan, pohon pemakan daging, binatang ganas : besar maupun kecil… Tapi, hutan ini juga menguntungkan karena aa berbagai buah lezat dan kayu apung yang bernilai tinggi.

Di mana awan turun disitulah terhampar Edgeland, yaitu sebidang tanah gersang dengan pusaran kabut, roh dan hantu. Orang yang tersesat di Edgeland menghadapi satu dari dua nasib. Bila beruntung, dia terhuyung-huyung keujung tebing lalu terjerumus ke jurang kematian. Sedangkan yang tidak beruntung akan sampai kehutan Twilight.

Selalu bermandikan cahaya remang keemasan. Hutan Twilight sangatlah memukau, tapi juga menipu.Mereka yang menghirup udaranya terlalu lama akan lupa mengapa mereka datang ke tempat itu.

Kadang kesunyian terganggu oleh badai dari luar Edge. Badai itu terseret ke Hutan Twilight – seperti serbuk besi tertarik pada magnet, seperti laron tertarik pada cayaha. Sebagian dari badai itu istimewa. Ledakan petir itu dapat menciptakan stormphrax, zat yang sangat bernilai. Meskipun selalu ada bahaya di Hutan Twilight, tapi zat itu seperti magnet bagi mereka yang hendak memilikinya.

Di daerah yang lebihn rendah, Hutan Twilight berubah menjdai rawa. Tempat ini tercemar dan berbau busuk akibat limbah pabrik dan pengecoran limbah dari Undertown. Tapi – seperti diberbagai tempat Edge – ada juga yang tinggal di sini. Beberapa di antara makhluk itu berperan sebagai penunjuk jalan yang menuntun korbannya ke liang-liang beracun dan lumpur hidup, sebelum dirampok dan ditinggalkan begitu saja.

Mereka yang berhasil melintasi rawa akan berada diperkampungan kumuh di atas Sungai Edgewater yang mengalir lambat. Di situlah letak Undertown.

Penduduknya terdiri dari sekumpulan orangdan makhluk aneh yang berjejalan di gang-gang sempit. Tempat itu kotor, padat dan kejam, namun Undertown juga menjadi pusat perekonomian – baik secara jujur maupun licik. Kota ini bising dan sibuk. Setiap makhluk di sana memiliki dagangan yang khas, dengan wilayah yang sudah ditentukan dengan jelas. Kegiatan ini menimbulkan intrik, konspirasi,persaingan dan pertikaian abadi – wilayah dengan wilayah, liga dengan liga, pedagang dengan pasaingnya. Satu-satunya yang menyatukan mereka adalah ketakutan dan kebencian pada perompak langit  yang merajai langit di atas Edge.

Di tengah Undertown terdapat cincin besi raksasa dengan seutas rantai berat dan panjang – sebentar tegang, sebentar kendur – mengulur tinggi ke angkasa, ada batu apung yang sangat besar.

Seperti juga batu apung Edge lainnya,Batu ini bermula dari Kebun Batu – menyembul dari dalam tanah, tumbuh, terdorong lebih jauh ke atas oleh batu-batu baru yang tumbuh di bawahnya dan masih terus bertambah besar. Batu itu dirantai agar tidak lepas dan hilang di langit lepas.Di atas batu itu dibangun kota Sanctaphrax yang sangat indah.

Sanctaphrax, dengan menara-menaranya yang tinggi dihubungkan oleh jembatan gantung dan lorong merupakan pusat pengetahuan. Kota ini dihuni oleh para cendekiawan dan ilmuwan, serta dilenglkapi perpustakaan, laboratorium, ruang perkuliahan, ruang makan serta ruang umum. Apa yang dipelajari disana tidak diketahui jelas karena dijaga dengan penuh kecemburuan. Sanctaphrax merupakan tempat yang penuh persaingan , konspirasi dan perjuangan sengit antar golongan.

Deepwoods, Edgeland, Hutan Twilight, Rawa, Taman Batu, Undertown, Sanctaphrax, dan Sungai Edgewater. Nama-nama itu ada di peta. Namun di balik setiap nama itu ada ribuan cerita, cerita-cerita yang disampaikan secara turun-temurun, cerita-cerita yang sampai sekarang masih terus diceritakan.

Itu pengantar dari buku pertama Beyond to the Deepwoods. Buku ini sebetulnya ada banyak serinya. Namun diringkas oleh penulisnya menjadi trilogy. Di Indonesia, anehnya, cuma ada 2. >.<

Novel yang disusun oleh Paul Stewart & Chris Riddell ini mempunyai ilustrasi yang unik. Makhluk-makhluknya. hahaha…inspiratif  banget 😉

Itu beberapa ilustrasi tokoh dari novel Beyond to the Deepwoods.  Dan ini adalah ilustrasi latarnya.

Menampakkan isi belahan Sanctaphrax. Batu mengapung.

Gak tau ini bagian apanya. Lokasi-lokasi di Edgeland mungkin. :-/

Aku dari taun-taun kemarin nyari novel ketiganya belum dapet-dapet >.< … gak tau juga mau pesen dimana. Uda nyoba pesen ditoko buku, katanya mau dihubungi lagi. Tapi gak ngehubungi-hubungi juga @@…

Ini novel pertama, dan aku uda punya…

Ini novel kedua, uda punya juga…

Ini nih…yang ketiga >.< belum tau ada apa tidak di Indonesia………. @@

 

Yaaa… bagi yang baca page ini, dan tau harus kemana aku nyarinya. Komen yaaa…. 😉

 

sumber : http://theedgechronicles.wikia.com/wiki/Special:NewFiles

Advertisements

2 thoughts on “The Edge Chronicles

  1. football says:

    football transfers
    Great that I found this. Can you write a article about ?

  2. give a car says:

    give a car Yep, def bookmarking this one

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s