It Could Be Like A Food Chain


Yang kuat bertahan, yang lemah tertindas.

Mari aku kasih lihat suasana suaka rental ku dirumah.

Setiap bocah kecil sekitar kelas 4 SD kebawah, mari kita sebut Lil. Mereka yang umurnya kira-kira anak kelas 4-5 SD hingga SMP kelas 2, sebut saja mereka Mid. Sedangkan yang lebih tua dari Lil dan Mid disebut Eld.

Seperti itulah skema mereka yang berada di dalam suaka. Untuk kaum Lil yang mendatangi suaka ada bermacam-macam. Ada yang masih sangat rentan. Ada yang sudah bisa berekspresi sendiri. Dan ada pula yang sudah berada dibawah pimpinan salah satu kaum Mid.

Ada saat mereka para kaum Lil datang untuk sekedar menjajahkan imajinasi mereka terhadap dunia game. Namun sebelumnya area penjajahan itu sudah terlebih diduduki oleh kaum Mid. Mereka kaum Mid, di suaka ini, mayoritas congkak. Mereka kaum Mid ini memang tidak semuanya bersahabat. Namun mereka licik dan gampang untuk mencari sekutu antar kaum Mid. Kaum Lil yang mencoba untuk menduduki area penjajahan selalu saja tertindas oleh kaum Mid. Padahal masa menjajah untuk kaum Mid telah habis. Namun kaum Mid masih lapar akan imajinasi sehingga tidak hanya dunia game yang dia jajah, tapi kaum Lil juga. Well, my sanctuary my rules. Aku bukan pemimpim, namun aku adalah penyeimbang. Melihat kaum Lil yang tertindas memang membuat hati ini teriris. Watak dari kaum Mid ini memang congkak. Bahkan mereka tidak segan-segan untuk menindas satu sama lain antar kaum Mid. Namun untuk kasus saling tindas antar kaum Mid ini, aku, sama sekali tidak peduli. Untuk sekedar melihat apa yang terjadi di dalam suaka memanglah keras. Tapi begitulah siklus. Begitulah skemanya. Saat kaum Lil yang sedang menjajahkan imajinasinya tiba-tiba mereka dipanggil atasannya untuk kembali ke peradaban, maka masa menjajah untuk kaum Lil sudah tidak terpakai lagi. Tidak jarang mereka kaum Mid langsung mengambil alih bahkan memaksa jika kaum Lil tidak segera pergi ke peradaban.

Kaum Eld disini tidak terlalu terlihat. Namun sangat dihormati. Sebanyak apapun kaum Mid di dalam suaka, tetap saja ada tempat untuk kaum Eld. Mereka kaum Eld memang tidak selalu datang ke suaka. Kaum Mid lah yang terlampau sering memporak-porandakan isi suaka.

Yang kuat bertahan, yang lemah tertindas.

Ungkapan itupun secara tidak langsung sudah menggambarkan isi dalam suaka.

ps : ini hanya imajinasi penulis sekedar menggambarkan keganasan bocah jaman sekarang terhadap teman main dan orang sekitarnya yang terjadi dalam rental ps saya. true story.

Advertisements

Mungkin Sekedar Mengabaikan Masa Kecil


Hei, baru saja aku mengalami bahwa pikiranku tertahan. Bingung kan? Sama.

Sebentar, aku belum pernah cerita kalau aku buka rental Play Station di rumah? Ok, that’s ma bad. Aku suka anak kecil namun tidak seperti ini. Anak-anak sekarang sudah beda. Terlampau beda dengan keadaanku yang dulu. Sudah banyak percakapan yang mengkritisi hal ini. 9gag, situs puwualing fun yang pernah aku kunjungi. Disana awal aku mulai paha perbedaan generasi kita. Aku lahir tahun 1992, yah dibilang saja tahun 90an. Itu sepertinya menjadi akhir masa paling bahagia yang terjadi pada abad ini. Aku terlahir sebagai perempuan dan tidak merasa keberatan dengan hal itu. Sungguh. Dan aku bangga! Jika kalian ingin tahu bagaimana caraku menghabiskan masa kecilku, berarti kalian menuntutku untuk pamer disini. Dan aku tidak keberatan sama sekali.

Sebisaku untuk show off disini. Jadi, seperti inilah kisah kecilku dulu :

  1. Aku cewe dimana suka sekali blowing imaginations as real as possible. Dengan bermain bongkar pasang, rumah-rumahan, masak-masakan, bermain rumah tangga-rumah tangga’an, perang-perangan, mati-matian, cinta-cintaan. Saat itu absurd tapi tiada yang lebih menyenangkan saat itu. Underwear. No, I mean “i swear”. Damn sweet minions!
  2. Suka sok berpetualang. Alias kelayapan. Susah disuruh tidur siang. Sering diam-diam kabur keluar rumah saat ibuk mulai terlelap. Dan lari-lari kesana kemari bareng teman-teman. Main ke kampung sebelah. Bersepeda kadang pakai sepatu roda. Paling sering lari sih. Cuma untuk kejar-kejaran. Metik bunga rumah orang. Lari lagi. Ambil buah dari rumah orang. Kemudian lari lagi. Disini bisa dibilang anak kecil itu keadaan dimana mereka bisa lari jika senang dan bahkan bisa lari jika ada masalah. Bener kan?
  3. Menganggap dirinya mempunyai hidup seperti di telenovela atau drama asia di televisi. Aku suka Amigos dan Meteor Garden, dulunya. Dan mempunyai teman kelas yang senasib. Akhirnya kita sama-sama mempunyai masalalu yang akan kita tertawakan kelak.
  4. Hei! Hei! namun disini dari kecil aku merasa sudah di didik untuk membuat kisah sendiri. Kesukaanku masih banyak dan itu sangat awesome menurutku. Anime saat itu melegenda. Continue reading