Yesterday. And I Know It.


8 Agustus 2013

Sudah lewat dari tengah malam. Sebenarnya aku mau post ini kemarin. Tapi aku tidak ada passion. Tanggal 8 Agustus tahun ini banyak kesannya. Banyak hal yang membuat tanggal 8 Agustus kemarin terasa spesial. Awal tahun dimana aku sudah mengawali masa pelepasan umur 20 ku. Banyak hal yang telah terjadi. Sepertinya Tuhan telah mengabulkan permintaanku :). Setahun yang lalu kurasa kisahku semacam cerita fiksi yang tidak disangka-sangka endingnya akan seperti apa. Tanggal 8 Agustus ini, akan aku kasih tahu bagaimana ini terasa spesial :

  1. Tahun lalu aku menggunakan smartphone yang sekarang sudah tiada :(. Awal aku belajar untuk mengoprek handheld itu kebetulan tanggal 8 Agustus 2012. Wkwkwkwk hanya kebetulan memang. Aku kirim PM di kaskus dan dia memberikan respon baik. Sampai akhirnya aku masuk grup handheld di facebook. Dan aku jadi admin disitu sudah lebih dari 10 bulan.
  2. Tanggal 8 Agustus sudah dinyatakan oleh pemerintah sebagai hari Raya Idul Fitri tahun ini. Dan itu adalah tanggal lahirku. Dan itu berarti entah kenapa kok rasanya itu benar-benar berarti.
  3. Itu merupakan hari raya ketiga sedangkan aku masih sama Aldhi sekarang 🙂
  4. Aku mendapatkan nilai IPS 3.525. Kenapa aku anggap itu berarti?? Karena itu adalah nilai tertinggi yang pernah aku dapat selama 6 semester ini. WKwkwkkwkw
  5. Aku sekarang berumur 21 tahun.

Mungkin itu tidak terlalu spesial. Atau mungkin hanya aku saja yang berlebihan. Wkwkwkwkw don’t care, just share :D.

9 Agustus 2013

Aku sudah banyak berkisah tentang tanggal lahirku saat ada teman yang membahas tentang ulang tahun. Jadi begini kisahnya. Aku sebenarnya lahir pada tanggal 8 Agustus 1992 di Surabaya. Tapi, di akta kelahiran tertulis tanggal 9 Agustus 1992 di Malang. Kenapa bisa seperti itu?? Ternyata, keadaan keluargaku sedari dulu memang tidak bisa dibilang berkecukupan. Jadi orang tuaku mengurus akta kelahiran di kota Malang, kota dimana bapakku berasal. Yah dengan asumsi bahwa mengurus disana lebih murah ketimbang di kota Surabaya. Tapi payah jadinya tanggalnya berubah, entah kenapa. Kesalahan tidak hanya pada tanggal tapi juga kota kelahiranku. Mungkin kalau untuk kota, itu semacam manipulasi agar bisa mengurus disitu. Sekalinya ibuk mau benerin pas lagi di Surabaya, masih saja tanggal dan kota kelahiranku masih salah. Jadi yah sudahlah. Alhasil untuk kartu pelajarku mulai dari SMP sampai SMK kalau lihat tempat dan tanggal lahir jadi males bawaannya. Kalau sudah begitu pasti kebawa sampai KTP, ijazah, SIM, dan lain-lain.

Untuk tahun-tahun sebelumnya, aku, pada tanggal seperti ini, Aldhi entah ada saja cara untuk mengingat tanggal ini. Tidak penting memang untuk merayakan hal seperti ini. Dan dia sedang berada di pantai saat aku dapat notif chat darinya tadi. Have fun, darl!!

Well, sekarang aku sudah berumur 21 tahun yang aku masih belum tahu harus bagaimana.

Advertisements

Mungkin Sekedar Mengabaikan Masa Kecil


Hei, baru saja aku mengalami bahwa pikiranku tertahan. Bingung kan? Sama.

Sebentar, aku belum pernah cerita kalau aku buka rental Play Station di rumah? Ok, that’s ma bad. Aku suka anak kecil namun tidak seperti ini. Anak-anak sekarang sudah beda. Terlampau beda dengan keadaanku yang dulu. Sudah banyak percakapan yang mengkritisi hal ini. 9gag, situs puwualing fun yang pernah aku kunjungi. Disana awal aku mulai paha perbedaan generasi kita. Aku lahir tahun 1992, yah dibilang saja tahun 90an. Itu sepertinya menjadi akhir masa paling bahagia yang terjadi pada abad ini. Aku terlahir sebagai perempuan dan tidak merasa keberatan dengan hal itu. Sungguh. Dan aku bangga! Jika kalian ingin tahu bagaimana caraku menghabiskan masa kecilku, berarti kalian menuntutku untuk pamer disini. Dan aku tidak keberatan sama sekali.

Sebisaku untuk show off disini. Jadi, seperti inilah kisah kecilku dulu :

  1. Aku cewe dimana suka sekali blowing imaginations as real as possible. Dengan bermain bongkar pasang, rumah-rumahan, masak-masakan, bermain rumah tangga-rumah tangga’an, perang-perangan, mati-matian, cinta-cintaan. Saat itu absurd tapi tiada yang lebih menyenangkan saat itu. Underwear. No, I mean “i swear”. Damn sweet minions!
  2. Suka sok berpetualang. Alias kelayapan. Susah disuruh tidur siang. Sering diam-diam kabur keluar rumah saat ibuk mulai terlelap. Dan lari-lari kesana kemari bareng teman-teman. Main ke kampung sebelah. Bersepeda kadang pakai sepatu roda. Paling sering lari sih. Cuma untuk kejar-kejaran. Metik bunga rumah orang. Lari lagi. Ambil buah dari rumah orang. Kemudian lari lagi. Disini bisa dibilang anak kecil itu keadaan dimana mereka bisa lari jika senang dan bahkan bisa lari jika ada masalah. Bener kan?
  3. Menganggap dirinya mempunyai hidup seperti di telenovela atau drama asia di televisi. Aku suka Amigos dan Meteor Garden, dulunya. Dan mempunyai teman kelas yang senasib. Akhirnya kita sama-sama mempunyai masalalu yang akan kita tertawakan kelak.
  4. Hei! Hei! namun disini dari kecil aku merasa sudah di didik untuk membuat kisah sendiri. Kesukaanku masih banyak dan itu sangat awesome menurutku. Anime saat itu melegenda. Continue reading