Cukup Hebatkah?


Sekarang saja aku sering khawatir sama pasanganku. Aku ingin tahu bagaimana perasaan setiap istri jika ditinggal pergi suaminya. Entah itu urusan kerja, main, berkunjung, atau yg lainnya.
Masalahnya khawatir ini lebih ke curiga. Mungkin karena aku terlalu banyak melihat film yg beradegan kaum lelaki begitu semena-mena dalam urusan perasaan maupun fisik kepada kaum wanita.
Sisi diriku menyentak keras hal seperti itu. Aku cenderung tidak mau disepelehkan mengingat genderku perempuan. Aku ingin menjadi perempuan yang banyak bisanya. Bisa dibilang agar aku mampu bertahan dan membela diriku disaat aku jauh dari pasanganku.
Pikiran ini justru menggangguku. Karena semakin aku memikirkannya jauh, pikiranku semakin masuk ke dalam inti pengkhayalan yang menakutkan.
Karena sesungguhnya diriku tidak mencari kesetaraan dalam gender walaupun aku ingin menjadi perempuan yang banyak bisa. Lelaki itu ada bersamaku, itu yang aku inginkan. Menjalani susah senang bersama. Membantu dia dalam banyak hal karena aku adalah perempuan yang banyak bisa.
Aku ingin demikian.
Namun aku rasa aku belum cukup bertahan jika aku belum tahu bagaimana perasaan istri-istri yang ditinggal suaminya pergi. Bagaimana cara mereka bertahan dan membela diri, bagaimana kuatnya mereka kupikir lebih berkualitas ketimbang perempuan yang bersanding dengan suaminya setiap malam.
Aku ingin tahu ini semua dan hanya tertuju pada istri yang ditinggal pergi suaminya karena diriku seorang perempuan. Untuk suami yang meninggalkan itu beda urusan.
Maka mereka istri-istri yang ditinggal, akankah mereka berpikiran negatif? Atau mereka selalu menyupport suaminya yang jauh? Atau mereka aman karena mendapatkan perhatian lelaki lain? Tenangkah pikiran mereka? Berapa air mata yang menetes disaat kesepian? Banyakkah? Kuatkah hati mereka saat mereka khawatir? Jujurkah ia kalau sebenarnya sedang rapuh, takut, butuh penopang?

Tiba-tiba aku kagum kepada sosok wanita yang lemah namun gagah, takut namun berani, lumpuh namun bisa berlari, menangis namun tertawa, jatuh namun mampu terbang, bermimpi namun tersadar. Entah sosok itu siapa namun aku kagum.
Jika ada istri yang demikian maka kaum lelaki tidak terlihat hebat lagi kurasa.
Dan jika ada istri yang demikian namun bersandar dengan lelaki lain, maka mereka yg ditinggalkan dan mereka yang meninggalkan dan juga mereka yang dibuat sandaran oleh yg ditiggalkan harusnya mendapatkan hal yang setimpal.

Advertisements